Senin, 16 Mei 2022
SEMANGAT IBADAH SELEPAS RAMADAN
Tj Medang Rupat Utara, 15 Syawal 1443 H
Saudaraku, Ramadan telah meninggalkan kita, madrasah yang telah menggembleng kita untuk menjadikan hamba yang bertakwa dengan balasan rahmat, ampunan, dan surgaNya. Alhamdulillah Ramadan yang lalu, oleh sebagian besar umat islam khususnya di Indonesia merupakan Ramadan yang terbaik pasca 2 tahun terakhir dilanda pandemi Covid. Ibadah-ibadah jama’i kembali marak, pengajian-pengajian, salat tarawih, buka puasa bersama, ujungnya kumandang takbir bersahu-sahutan secara langsung disetiap penjuru wilayah. Selanjutnya yang tak kalah indahnya, tradisi mudik lebaran yang merupakan momentum silaturahim dengan orangtua, sanak saudara, dan handai tolan kembali seperti dulu lagi. Masya Allah, Tabarakallah.
Semoga kita menjadi pribadi yang bertakwa yang berharap Insya Allah berkumpul semua di Surga-Nya kelak. Saudaraku, life must go on, hidup belum berhadapan dengan kematian, harapannya kita berharap semoga bisa istiqamah, taubat diterima, dan husnul khatimah, amin.
Untuk itu, ada yang harus kita pertahankan selepas ramadan, yaitu semangat ibadahnya. Bahwa sebulan lalu kita dibersihkan harusnya menjadi modal untuk mempertahankan di sebelas bulan berikutnya.
Bisa jadi mulai 1 syawal hingga saat ini, dengan aktivitas offline, silaturahmi dengan orang tua, sanak saudara, dan teman tetap dilakukan, saat kembali bekerja, dengan rutinitas yang kembali normal, bisa jadi membuat kita :
1. lalai (malas) dalam beribadah karena kurang memahami urgensinya;
2. khilaf dalam maksiat;
3. kurang mengingat kematian;
4. berlebihan dalam hal-hal yang mubah, dan seterusnya.
Bangun Saudaraku, semangatkan kembali ibadah ibadah ramadan yg pernah kita lakukan, berat memang, susah iya, tapi itulah hakikat orang yang bertaqwa, jaga agar husnul khatimah, jaga agar bisa istiqamah.
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Maka istiqamahlah kamu (Muhammad) di jalan yang benar, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan juga kepada orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud:112)
1. Selalu perbaiki niat, karena niat merupakan pondasi ibadah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya....(HR. Bukhari)
2. Lakukan ibadah dan perbuatan baik sekecil apapun secara konsisten
"Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara teratur, bahkan jika itu kecil." ( HR. Bukhari) Kebiasaan tilawah Quran setiap hari dibulan ramadan bahkan dengan target 1-2 Juz sehari, hendaknya kita lakukan walaupun dengan intensitas yang berkurang misal 1-2 lembar namun setiap hari harus kita (paksakan) lakukan.
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
3. Memahami urgensi Ibadah dan balasan pahalanya dengan selalu mencari ilmu, membaca buku, mendengarkan kajian, berkumpul dengan orang-orang yang sholih (saling menasehati).
4. Membiasakan berpuasa sunnah
"Siapa saja berpuasa ramadhan kemudian mengikutkan dengan puasa 6 hari syawal maka seperti puasa selama setahun." (HR. Muslim)
Rasulullah menyebutkan keutamaan puasa sunnah sebagai berikut: “Maukah kutunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai,…” (HR. Tirmidzi).M
Karena dengan puasa kita bisa menjaga dari perbuatan lalai dan maksiat, seperti saat kita di bulan ramadan.
“Puasa adalah perisai, karenanya, pada hari puasa salah seorang dari kalian maka ia tidak boleh berkata jelek, membodohkan. Dan jika ia dihina seseorang maka hendaklah ia berkata, ‘Aku orang yang berpuasa.”(HR. Bukhori)
5. Biasakan kembali bersedekah setiap hari.
Ketika Ramadan mengajarkan kita untuk berbagi dengan sesama, begitu pula dibulan bulan selanjutnya, sebagaimana kita tahu besarnya pahala bersedekah dalam QS Al-Baqarah ayat ayat : 261).
“Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai yang pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui.”
6. Ajak (ingatkan) orang lain untuk berbuat baik, karena minimal ketika kita mengajak orang lain kita sudah berusaha untuk melakukannya terlebih dahulu.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)
7. Biasakan beristighfar dan selalu berdoa di waktu waktu yang mustajab. Sehabis sholat fardhu, saat sujud di sepertiga malam.
Saudaraku, demikian sedikit kiat-kiat agar bisa semangat beribadah kembali selepas Ramadan.
Semoga kita bisa menjadi pribadi muslim yang bisa istiqomah dalam keislaman. Amin.
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Rabb kami adalah Allah', lalu mereka istiqomah, maka tidak ada rasa takut atas mereka dan tidaklah mereka merasa sedih. Mereka itulah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS Al-Ahqaf: 13-14).
Wallahu a’lam
(TSH, saat rihlah di Pulau Rupat)
Langganan:
Postingan (Atom)
Persiapan Agar Optimal dalam Beribadah di Bulan Ramadan Persiapan Agar Optimal dalam Beribadah di Bulan Ramadan Versi ba...
-
Melanjutkan tulisan sebelumnya ayah-jangan-bisu , didalamnya tertulis kesimpulan: “Al-Qur’an ingin memberikan pelajaran, bahwa untuk melahi...
-
Empat Pertanyaan di Hari Kiamat Empat Pertanyaan di Hari Kiamat: Bekal yang Tak Boleh Kita Abaikan 🌙 Dark Mod...
