Senin, 11 April 2022

TIGA AMALAN UTAMA RAMADAN


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ

تَتَّقُونَ Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

Allah ﷻ menjanjikan kemuliaan dan pahala yang besar bagi setiap mukmin yang bisa mencapai derajat takwa (kenaikan takwa). Sebaliknya jika seorang muslim yang mendapatkan bulan Ramadan hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja maka ia termasuk orang merugi, apalagi sampai tidak berpuasa, naudzubillah,. Bagaimana mencapai derajat takwa di bulan Ramadan ini, kuncinya di sungguh-sungguh melaksanakan amalan-amalan Ramadan.

Berbagai amalan untuk mencapai derajat takwa di bulan Ramadan, amalan sunah di ganjar pahala wajib, dengan pahala yang berlimpah dan berkali-kali lipat, diampuni segala dosa yang lalu, dan bahkan bisa mendapatkan pahala 1000 bulan di malam Lailatul Qadr. Dari sekian banyak amalan, Nabiullah ﷺ mengajarkan tiga amalan utama yang dapat menghasilkan pribadi yang bertakwa pasca Ramadan. 3 amalan ini harus dilaksanakan, minimal meningkat dari sebelumnya, yaitu:

Pertama melaksanakan Salat. Salat Fardu itu pasti, mutlak tidak boleh ditinggalkan kemudian ditambah salat sunah yang ganjarannya pahala seperti wajib harus ditingkatkan dan terpelihara. Apa saja salat sunah itu:

1. Rawatib, salat sunah yang dikerjakan antara azan dan iqamah, kecuali yang pelaksanaannya setelah shalat wajib. Salat sunah rawatib muakad selalu dikerjakan Rasulullah ﷺ. Salat ini totalnya ada 10 atau 12 rakaat, yaitu 2 rakaat sebelum Subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat sesudah zuhur, 2 rakaat setelah magrib, dan 2 rakaat setelah Isya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Saya jaga (amalan) dari Rasulullah 10 rakaat salat sunnah; yaitu: 2 rakaat sebelum zuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat sesudah magrib dan 2 rakaat sesudah Isya, serta 2 rakaat sebelum subuh.” (Muttafaq alaih)
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan salat sunnah 12 rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat setelah zuhur, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya, dan 2 rakaat sebelum shubuh.” (HR. At-Tirmizi dan An-Nasai).
Diluar rawatib ada salat sunah mutlak yaitu ada yang berdampingan dengan salat fardu seperti 4 rakaat rakaat sebelum salat asar dengan jaminan mendapatkan rahmat Allah atau salat antara azan dan ikamah (iqomat).

2. Duha, dikenal sebagai salat tanda syukur dan gembira kepada Allah ﷻ. Waktu duha dibagi, awal duha (syuruk) 2 rakaat, pertengahan duha antara jam 8-10 pagi sebanyak 2-4 rakaat, dan akhir duha mulai jam 10 hingga menjelang duhur 2-8 rakaat.
"Barangsiapa yang mengerjakan sholat subuh dengan berjamaah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan sholat sunnah dhuha (di awal waktu, syuruq), maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna." (HR. Thabrani)
“Allah akan mencukupkan rezeki bagi orang yang melaksanakan sholat dhuha, sebagaimana bunyi hadits berikut “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu (rezeki) di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).
“Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma'ruf adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha." (HR. Muslim)_

3. Salat Qiyamulail, salat qiyam ada yang dikenal dengan tahajud, salat malam yang dilaksanakan sesudah tengah malam dan setelah tidur. Di bulan Ramadan salat qiyam ini dikenal salat tarawih yang waktunya digeser di awal yaitu setelah isya yang ditutup dengan salat witir.
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا Artinya: "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajud lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al Isra: 79)
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
"Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim)
“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim)

Kedua berinteraksi dengan Alquran. Ada 3 interaksi dengan quran yang harus dimaksimalkan di bulan Ramadan yaitu :

1. Membaca (qiraah), dengan cara perbanyak membaca Quran dengan target target tertentu misal 1 juz sehari.
“Bacalah Al-Qur'an. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya,” (HR. Ahmad).
"Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf," (HR. At-Tirmidzi).
“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

2. Mengkaji (tilawah), yaitu dengan mempelajari dan berusaha memahami (mentadaburi) quran. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya di antara mereka, melainkan diturunkan ke atas mereka sakinah, rahmat menyirami mereka, para malaikat mengerumuni mereka, dan Allah ﷻ menyebut-nyebut mereka di kalangan (malaikat) yang ada di sisinya.” (HR Muslim dan Abu Dawud).
“Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (Riwayat Tirmidzi)

3. Mengajarkan dan mengamalkan, tingkatkan tertinggi berinteraksi dengan Alquran dibulan Ramadan adalah dengan mengamal isinya dengan rida dan ikhlas karena Allah ﷻ.
“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)
“Barang siapa membaca Alquran dan menghafalnya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya maka Allah SWT akan memasukkannya ke dalam surga dan allah menjaminnya untuk memberi syafaat kepada sepuluh orang keluarganya yang kesemuanya telah diwajibkan masuk neraka.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Dalam Kitab Jam'ul Fawa'id terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan Imam at-Thabrani dari Anas bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca Al-Qur'an, maka dosa-dosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa mengajarkan Al-Qur'an pada anaknya sehingga menjadi hafizh Qur'an, maka pada hari Kaimat ia akan dibangkitkan dengan wajah bercahaya seperti cahaya bulan purnama, dan dikatakan kepada anaknya, "Mulailah membaca Al-Qur'an! " Ketika anaknya mulai membaca satu ayat Al-Qur'an, maka ayahnya dinaikkan satu derajat, demikian terus ditinggikan derajatnya hingga tamat bacaannya."

Ketiga berinfak,, yaitu menjadi lebih dermawan di bulan Ramadan dengan membelanjakan di jalan Allah ﷻ. Berinfak bisa dengan bersedekah uang untuk kegiatan amal di bulan Ramadan, menyediakan makan orang yang berpuasa, atau memberi makan fakir miskin, yatim piatu dan lainnya yang mebutuhkan.

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqan: 67).“Kelak pada hari Qiyamat, kaki setiap anak Adam tidak akan bergeser dari hadapan Allah hingga ditanya perihal lima hal: umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia lewatkan, harta kekayaannya dari mana ia peroleh dan kemana ia infakkan (belanjakan) dan apa yang ia lakukan dengan ilmunya.” (HR. at-Tirmidzi)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadlan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadlan untuk mudarosah (mempelajari) Al Qur’an” (HR Al Bukhari).

Demikianlah, semoga kita bisa mengisi Ramadan tahun ini dengan bersungguh-sungguh dan memaksimalkan waktu dengan amalan-amalan terbaik yang berharap kelak mendapatkan kemuliaan yang besar berupa surga-Nya dan bisa berkumpul dengan Rasulullah ﷺ, keluarga dan orang-orang salih. Amin.


Wallah a’lam.

Pekanbaru, 9 Ramadan 1443 H

1 komentar:

Nabil mengatakan...

Bermanfaat

Persiapan Agar Optimal dalam Beribadah di Bulan Ramadan Persiapan Agar Optimal dalam Beribadah di Bulan Ramadan Versi ba...